Minggu, 15 November 2015

Puisi sedihku

Entah apa yg ada dbenakmu shg engkau tega bnget meninggalkan ku dsaat diriku da mulai mencintaimu.Berbgai alasan kau menjauhiku dn skr pun engkau benar2 telah pergi meninggalkanku



DATANGLAH PENANTIAN


Apakah desah itu masih setia mengiring harimu? Di antara debar jantung yg merindukanmu Aku memilin seraut wajah yg menghantui malam-malamku Kuingin engkau ada dalam keputusasaanku Menantimu hingga kaki-kaki tak mampu lagi berjalan Seandainya desah itu masih bisa kucium di sudut malam ini Akan kukatakan pada awan hitam Aku ingin menyapamu meski hanya lewat semilir angin Tak kuasa sudah aku ingin rebah di lapang hatimu Dan menangis di ujung matamu.


KAU SELALU DIHATI


Kenyataan ini memang sulit tuk ku terima Memang takdir ku harus begini Yang takkan bisa tuk di pung kiri Tapi ku tak bisa berpaling ke lain hati Kau akan slalu ada di hati walau sakit jawaban yang telah kau beri Ku kan jalani dengan berbesar hati Sampai jumpa lagi di lain hari



MAAF ATAS KESALAHANKU


Lelah menghitung segala kesalahanku Mungkin bagimu ini adalah saat yang menjenuhkan Satu persatu ku coba jabarkan kesalah itu Mungkin ada diantaranya yang telah mengukir luka Ada banyak jalan yang telah ku tempuh Ada beribu kata yang ingin ku sampaikan Walaupun terlalu banyak kesalahan yang ada. Telah ku rangkai sederet syair indah Berharap menemukan maaf darimu Lelah ku coba satukan puing-puing perasaan kita Walaupun aku sadar takkan ada hasilnya Mungkin tangiskupun takkan merubah perasaanmu Walau hanya sedikit Aku masih mengharapkan maaf itu Sungguh perasaan yang sulit Kenangan kita terhapus oleh kesalahan ini Begitu beratkah kesalah ku ? Kebahagiaan yang kita rangkai Perlahan rusak menjadi puing-puing kenangan Mungkin ada lebih banyak lagi Walaupun kata itu hanya tersimpan di hati Tapi tak terucap di bibir Hanya saja jika kau Masih menyisakan kata itu untuk ku Maka kata yang kuharapkan Adalah maaf darimu.


TERMAKAN USIA


Hariku telah berangsur usai Sebelum impian mengepak sayap Entah berapa hitungan lagi Detik jam berhenti Pertanda perjuangan telah usai Penyesalan datang setelah usai Saat kerentaan sudah tak berdaya Merajut mimpi-mimpi Mimpiku telah pasrah pada kenyataan Kesempatan telah hilang Termakan usia Dari masa lalu yang panjang Tak banyak cerita perjuangan Waktu telah kuhambur-hamburkan Semangat perjuangan Tak pernah kupedulikan Kepadamu yang masih muda Teruslah berlari Isilah harimu dengan perjuangan Supaya dipenghujung ceritamu Tak berakhir dramatis dalam kesedihan



Itulah beberapa Puisi Sedihku yg hanya bisa ku luahkan agar beban ku sedikit ringan from = lerry triandana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar